Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Panggung

Gambar
ini adalah sebuah tulisan tersendiri yang disadur dari kejadian di belakang halaman tentang sebuah skema tahun ganda memang tabiat manusia bumi senang sekali menunjukkan intuisinya seolah baru dikaruniai kemarin sore ya namanya juga pengecualian dari hewan serong ke kanan dan ke kiri semua riuh bersorai merdu dan gaduh tidak ada yang bisu dan tidak boleh! menancap pedal sensasi ke ujung dasar berpartisipasi membesarkan satu entitas sesaat yang sesat menjatuhinya ramai-ramai bersama kampung mana tukang pukul mana pemuja spirit tiada tahu mana klien tetap mana kawan bayaran tiada rasa memang tabiat manusia penganut modern tiada sehari tanpa kabar berita semua harus mengacu kaidah terbuka sosialita, opini, dan realita itulah tiga sumbu di tangan kanannya semua aspek ada, dinyatakan nilai satu tidak ada, dianggap tidak berguna ya namanya juga diterpa teknologi 24/7 kalau atraksi sudah ramai begini nikmat jua...

Hampa

(n : tidak bergairah; tidak berisi) - hari-hari yang stagnan langkah-langkah yang konstan paham-paham yang sungkan muka-muka yang bosan mengisi masa-masa menghampakan semua umpatan ujaran kebencian ketidaksepahaman lomba perhatian emosi tak sepadan iba-iba dijajakan berusaha mencuri strata segala usia -- drama-drama murah lagu-lagu lemah bahasa-bahasa basah teman-teman mentah dimana aksi mulia di depan kawula namun pondasi lemah tanpa diduga dimana atensi menjadi kunci tak punya atensi berarti mati semua bergerak, semua bertindak entah berlagak pendobrak atau penunggak petua-petua yang lengah ranah-ranah yang pongah mental-mental yang punah berimbas pemuda yang tak tentu arah --- ini bukanlah tulisan hanya sampah pemikiran semau itu dikeluarkan dibuang setelah pembersihan tapi berwujud kotoran mungkin tak guna nan merugikan ---- sadarkah kita semua? mengapa revolusi ada? mengapa perubahan pe...

Bangun

Bangunlah! Bangunlah wahai jiwa - jiwa muda! Berselimut bukanlah tempat untuk anda! Bersandar bukanlah kodrat kita Banyak tanggungjawab terembani di pundak pemuda Bergeraklah! Niscaya hidupmu bersenantiasa Bermakna, minimal untuk sekitarmu Bergeraklah lakukan apa yang kau mau! Niscaya tidak sia - sia hidupmu Yang haram adalah kemalasan Yang dosa adalah ketidakpedulian Yang hina adalah saling menjatuhkan Yang rugi adalah menyia - nyiakan Yang keji adalah keegoisan Bukalah mata! Betapa banyak pemuda mendewasa Tapi telah tumbuh menjadi penghamba harta Coba tanyakan kepada mereka Taukah keadaan bangsa, rakyat jelata, dan nestapa nya? Kejarlah karya! bukan angka! Carilah pengalaman! bukan rasa aman! Ciptakan jalan keluar! bukan sibuk berkelakar! Ambillah peran di bakat - minatmu! Bersibuklah! Sesungguhnya dibalik itu semua Kita akan belajar mencinta Mencintai diri sendiri dan generasi Mencintai gen dan nurani Yang niscaya diturunkan kelak ke buah hati Ban...

sepotong yang tumpah

merenung. ya, aku suka sekali itu merenungi kamu, merenungi orangtua, merenungi lingkungan tapi lebih banyak ku habiskan merenungi diriku sendiri mengasyikkan, membuatku lupa, bahkan menjadi candu baru semua itu bertambah lengkap bila bersama hening dan sepi minimal untuk pikiranku merenung memang tidak ada ujung celah putih tidak ditemukan sebelum berjalan meski tertatih retorika ini, klasik tapi aku suka seperti yang biasa kulakukan seperti saat ini, saat aku mengetik ini di depan layar aku stagnan. aku bodoh rasanya tidak ada tempat untukku rumah bukanlah rumah bagiku entah kemana aku ragu aku atau kamu, butuh tempat untuk bersyahdu aku butuh pelarian mendamba ketenangan memimpikan kekuatan mengangankan lingkungan menghasrati aku aku bisa aku butuh kamu aku butuh Engkau satu satunya yang mengerti aku tempat aku mengadu berkeluh kesah panggil aku pendrama panggil aku pembimbang panggil aku penggelisah aku tidak menggertak aku butuh kamu kamu butuh ak...

Air (2)

Gambar
air aku tak mengerti apa yang terjadi sungguh bodoh aku tak bisa kendali kenapa engkau tetap membiarkanku begini aku..... ia diam, dan ia diam begitulah sedihnya mereka yang dirundung gamang, tak peduli, dan merindu sungguh sedih sejujurnya aku masih menyukaimu entah engkau tafsir aku nafsu atau syahdu tapi engkau begitu diam tidakkah engkau sadar pertanda itu? tidakkah engkau melihat apa yang telah aku lakukan? tidakkah engkau mengerti apa yang kurasakan? persetan aku sungguh pengemis denganmu aku begitu egois kini aku diam masa bodoh apa yang ia pikirkan aku mencoba untuk menghilang sampai jumpa, mari kita lupakan saja tapi aku tidak begitu beruntung aku tak mampu mencari biduan aku kena karma aku menderita! kau disana tak berubah dengan senyummu yang masih buatku tersihir aku takluk dan aku lemah dan mereka masih terus menyalahkan alam semesta yang tidak mau mempersatukan mereka hampa menaungi m...

Blind

Gambar
Dear,  Tahukah engkau apa yang paling membutakan di dunia ini Yang membuat serigala garang menjadi kucing penurut Yang mengubah anjing yang setia menjadi buaya yang membunuhmu diam diam Yang membuat sosok mulia turun derajat menjadi hina Yang membuat para bedebah kembali ke jalan yang benar Kekuatan terbesar yang tak terlihat It's Love, my dear It doesn't see who you are The saints or the bastards You have criterias, Love has the Blind Because everybody won't avoid it The love that came from mysterious way And the hate that came from unexpected way That's the principle of Blind Seperti rasa yang terpendam ini Entahlah....  Rasanya aku mengalami hal yang sama Apakah engkau juga?  Karena oportunis ada masanya Tapi optimis itu tak terhingga - rft

Membuat Kenangan

Gambar
di waktu itu, aku denganmu dan gemerlap kemeriahan malam minggu ketika aku penat dengan hariku kita kembali bertemu setelah sekian waktu tawa riangmu adalah bahagiaku senyum tulusmu adalah kelegaanku genggaman jarimu adalah kehangatanku aku tak ingin cepat berlalu, wahai waktu! langit berbintang seakan jadi saksi riuh lautan manusia tak berarti aku denganmu, di sisi dan kesyahduan irama penghanyut hati sungguh malam yang indah untuk menutup minggu yang lelah gelora rasa semakin membuncah aku denganmu, dan memori yang takkan berubah - rft, akhir juli 2017

Air

Gambar
kala itu ia tersenyum, betapa manis yang kini baru disadari betapa cerianya ia tak ayal, ia sedikit menghibur hati yang kosong termasuk batin ini yang diam - diam menyayanginya penulis bahkan tak kuasa menyebut kata 'aku' di tiap bait karena ia tak mengetahuinya sekeping hati hilang entah kemana tersisa lah jeda kosong yang hambar nan meragukan siapa yang bertahan dan dipertahankan ketika cahaya berpendar dari sebuah pemicu ketika itulah senyuman berurai tanpa rasa kaku ketika mulut tak mampu berujar janji ketika itulah hati yang meyakinkannya seseorang berkata bahwa simpul itu indah seseorang berujar seperti nampan yang muda terisi mengharap dan harapan adalah sebuah tolak belakang seperti ia yang terlepas pergi atau menjarak demi inci penulis hampir tak sanggup mengutarakan semua ini terjebak dalam arah yang kabur tali yang di genggaman semakin menjadi imaji yang tak henti cahaya langit meredup dan mengedip di sebuah bis...

Mendung

Gambar
Setelah semua yang terbuang sia2 Menuntut kembali, tak pernah terindahkan Menjejak senja yang enta h apa Hadirkan tawa torehkan luka Penyejuk hujan penyulut badai Adalah masa yang tak pernah disadari Berusaha ambil semua hikmah ini Berhadapan pun tak terasa  Masa demi masa telah diuraikan Pada sebuah tanya yang entah apa punya jawaban Menunggu sebuah kepastian akan ketetapan Menata kembali tiap masa pada sebuah keteraturan Entah apa yang telah merasuki Begitu mudah nya kukorbankan demi hal yang begitu abstrak Tak tau awal, tak tau akhir Entah apa yang akan dilalui Teruskan atau hempaskan, sulit ditentukan Tak ingin ada korban atas resiko ini Biarkan diri ini yang menanggung Berjuta panah yang telah ditancapkan Di pencarian yang belum tentu arah Di penantian yang belum jua cerah Di pengakuan yang makin membuat menyerah Di pembangkitan yang entah kapan menjarah Kenapa ketidak dugaan itu datang?  Rencana apa yang akan terjadi?  Dile...

Hujan

Gambar
Biarlah mereka menyentuhku tak henti Biarlah mereka bersua dengan kulitku Biarlah mereka membasuhku dengan hawa sejuknya Biarlah mereka mengguyurku hingga sadarku lenyap Biarkan aku terpana akan kedamainnya Membuat kita saling meneduhkan Biarkan kudengar ricuhmu yang menenangkan Membuat kita sunyi setia menikmatimu Dibawah gemuruhmu ini aku tenggelam Oleh kenangan hadirnya yang sempat lebih lama kugenggam Dan dibawah rintikmu ini pun aku meratapi Merindukan hangat dekapnya yang sejukkan hati Aku sependapat bila orang berkata Engkau berhasil membuatku bernostalgia Engkau menebarkan kegembiraan dibalik keteduhan Engkau menghanyutkan orang untuk bermangu Dan engkaulah perantara hati ku dengannya Entah mengapa bersamamu lebih tentram dibanding hadirnya terik Menikmati kenangan lalu yg tlah tersapu debu Ada naluri alam yang tersimpan pada dirimu Yang mampu membungkam mulut mereka yang tak menyayangimu Pembawa berita yang diam namun tak tenang Peran...

Pesta Taman

Gambar
Kujinjing sarung pakaian megahku Bergegas dan lekas terburu Kubawa ke sebuah taman elegan depan mataku Kukenakan dengan modis setelan mewahku Kuturuni segera anak tangga Mendapati pemandangan sejuk nan bergelora Di sebuah taman bernuansa pesta Sambut sekalian buatku berwibawa Khayalak ramai telah siap dengan kemewahannya Tebar pesona dalam keanggunannya Di ruang terbuka dan hiasan pemanja mata Di bawah surya yang menenggelamkan diri nan cerah Kulihat dirimu yang memukau dan tersipu Indah dibalut gaun muda sederhana mu Terhias gelombang indah rambutmu Senyum simpulmu yang diterangi langit senja menjerit hatiku Di antara kemeriahan itu Aku menghampirimu yang terpaku Sempatlah aku berbincang halus denganmu Namun tak banyak tuturku Ku isi dengan sebayaku Bersuka ria dengan lepasnya di pesta itu Kuhabisi mengambi gambar dengan kerabatku Hingga surya telah hilang ditelan waktu Hingga kusadari sosok dirimu telah terbenam Engkau telah pergi tanpa sekeja...

Rindu Yang Mati

Gambar
Maafkan Aku... Yang tak memberitahu alasanku Kenapa ku segan tinggalkanmu Dengan buah mulutku yang gagu Kini engkau meluluhkan aku kembali Hatiku yang telah lama mati Dan Harapan yang telah tak lagi Membuat hidupku tak berwarna - warni Engkau masih indah dibalik pelindungmu Sama seperti dulu waktu mencampakmu Senyummu yang berwarna itu mengalahkanku Yang hanyalah sebatang makhluk pengeluh Jiwa alim mu masih terpelihara seakan tanpa noda Ragamu masih menawan dibalik pakaianmu yang tak terbuka Sanubarimu sungguh semakin eloknya Gerhana takkan menutupiku dari mataharinya Kau adalah rahasia, Yang masih kujaga sempurna Sesal tak ada setitikpun dihatiku, dan kau senang saat digenggamanku Ku ingat kita berbalas pandang, di sela waktu yang rumpang Ku ingat tuturmu, yang masih indah kudengar meski tlah termakan waktu Aku hanyalah yang datang dan pergi Meninggalkan kenangan untukmu dalam sebersit memori Berulang lagi, aku sungguh bersalah kepa...

Perih Dalam Gelap

Gambar
Biarlah aku depresi sebentar Lantas khayal ku tlah buyar Hingga tak ada yang mendengar Air gula pun terasa tawar Di lorong kegelapan ini aku benci Di lubang kedalaman ini aku dengki Aku hampir tak berbentuk lagi Tak mampu mengaca di cermin nurani Mengapa hati merintih Padahal ku tak mau peduli Apa engkau begitu berarti Meski dikau telah pergi Hati ini hancur entah mengapa Mencoba tegar tak kuat raga Melihat mu dengannya Seakan aku Binasa Datang dan pergi sangatlah mengiris hati Terombang-ambinglah hati ini Di tengah lautan perasaan hakiki Menitih derita mengupas pedih Prasangkaku di tanganmu Menciptakan sobekan kecil di tamanmu Tak sanggup berbuat apa-apa Hanya remuk berkulit ria help me, I'm getting dark in this sore. tell me what to do - RFT, 21 Februari 2016

Yang Terlupakan

Gambar
Hai, kenangan lampauku Yang masih ada namun tak kulihat Yang masih nyata namun tak kudengar Yang masih hidup namun tak kuhampiri Sungguh sendu mengingatnya Masa itu yang terbilang pesona Sungguh payah menyadarinya Melupakan seakan tak pernah ada Ingin kunyalakan kembali api unggun nan padam Meski hanya berskala untuk semut Kenapa takdir tak menuliskan catatan itu Mencairkan yang beku dalam satu waktu Hanya tuk ambil kembali album putih di tong sampah Yang telah terbuang terlampau jauh dan dalam Berusaha Membersihkanmu dan menyimpanmu Kan kuubah menjadi koleksiku Apa engkau masih menunggu di halte harapan Atau engkau telah berangkat mendahului dengan Bis mu Bila masih, kan ku datangi cepat atau lambat Bila pergi, kan kusapa ketika bertemu di jalan dalam berat Mungkin aku bak Jalang saat ini dalam memori ini Dan engkau bak madu yang tersimpan dalam gudang Bahkan sinyal keberadaannya tak pernah menjauh Namun naluri yang ada telah terl...