Postingan

Mendung

Gambar
Setelah semua yang terbuang sia2 Menuntut kembali, tak pernah terindahkan Menjejak senja yang enta h apa Hadirkan tawa torehkan luka Penyejuk hujan penyulut badai Adalah masa yang tak pernah disadari Berusaha ambil semua hikmah ini Berhadapan pun tak terasa  Masa demi masa telah diuraikan Pada sebuah tanya yang entah apa punya jawaban Menunggu sebuah kepastian akan ketetapan Menata kembali tiap masa pada sebuah keteraturan Entah apa yang telah merasuki Begitu mudah nya kukorbankan demi hal yang begitu abstrak Tak tau awal, tak tau akhir Entah apa yang akan dilalui Teruskan atau hempaskan, sulit ditentukan Tak ingin ada korban atas resiko ini Biarkan diri ini yang menanggung Berjuta panah yang telah ditancapkan Di pencarian yang belum tentu arah Di penantian yang belum jua cerah Di pengakuan yang makin membuat menyerah Di pembangkitan yang entah kapan menjarah Kenapa ketidak dugaan itu datang?  Rencana apa yang akan terjadi?  Dile...

Hujan

Gambar
Biarlah mereka menyentuhku tak henti Biarlah mereka bersua dengan kulitku Biarlah mereka membasuhku dengan hawa sejuknya Biarlah mereka mengguyurku hingga sadarku lenyap Biarkan aku terpana akan kedamainnya Membuat kita saling meneduhkan Biarkan kudengar ricuhmu yang menenangkan Membuat kita sunyi setia menikmatimu Dibawah gemuruhmu ini aku tenggelam Oleh kenangan hadirnya yang sempat lebih lama kugenggam Dan dibawah rintikmu ini pun aku meratapi Merindukan hangat dekapnya yang sejukkan hati Aku sependapat bila orang berkata Engkau berhasil membuatku bernostalgia Engkau menebarkan kegembiraan dibalik keteduhan Engkau menghanyutkan orang untuk bermangu Dan engkaulah perantara hati ku dengannya Entah mengapa bersamamu lebih tentram dibanding hadirnya terik Menikmati kenangan lalu yg tlah tersapu debu Ada naluri alam yang tersimpan pada dirimu Yang mampu membungkam mulut mereka yang tak menyayangimu Pembawa berita yang diam namun tak tenang Peran...

Pesta Taman

Gambar
Kujinjing sarung pakaian megahku Bergegas dan lekas terburu Kubawa ke sebuah taman elegan depan mataku Kukenakan dengan modis setelan mewahku Kuturuni segera anak tangga Mendapati pemandangan sejuk nan bergelora Di sebuah taman bernuansa pesta Sambut sekalian buatku berwibawa Khayalak ramai telah siap dengan kemewahannya Tebar pesona dalam keanggunannya Di ruang terbuka dan hiasan pemanja mata Di bawah surya yang menenggelamkan diri nan cerah Kulihat dirimu yang memukau dan tersipu Indah dibalut gaun muda sederhana mu Terhias gelombang indah rambutmu Senyum simpulmu yang diterangi langit senja menjerit hatiku Di antara kemeriahan itu Aku menghampirimu yang terpaku Sempatlah aku berbincang halus denganmu Namun tak banyak tuturku Ku isi dengan sebayaku Bersuka ria dengan lepasnya di pesta itu Kuhabisi mengambi gambar dengan kerabatku Hingga surya telah hilang ditelan waktu Hingga kusadari sosok dirimu telah terbenam Engkau telah pergi tanpa sekeja...

Rindu Yang Mati

Gambar
Maafkan Aku... Yang tak memberitahu alasanku Kenapa ku segan tinggalkanmu Dengan buah mulutku yang gagu Kini engkau meluluhkan aku kembali Hatiku yang telah lama mati Dan Harapan yang telah tak lagi Membuat hidupku tak berwarna - warni Engkau masih indah dibalik pelindungmu Sama seperti dulu waktu mencampakmu Senyummu yang berwarna itu mengalahkanku Yang hanyalah sebatang makhluk pengeluh Jiwa alim mu masih terpelihara seakan tanpa noda Ragamu masih menawan dibalik pakaianmu yang tak terbuka Sanubarimu sungguh semakin eloknya Gerhana takkan menutupiku dari mataharinya Kau adalah rahasia, Yang masih kujaga sempurna Sesal tak ada setitikpun dihatiku, dan kau senang saat digenggamanku Ku ingat kita berbalas pandang, di sela waktu yang rumpang Ku ingat tuturmu, yang masih indah kudengar meski tlah termakan waktu Aku hanyalah yang datang dan pergi Meninggalkan kenangan untukmu dalam sebersit memori Berulang lagi, aku sungguh bersalah kepa...

Perih Dalam Gelap

Gambar
Biarlah aku depresi sebentar Lantas khayal ku tlah buyar Hingga tak ada yang mendengar Air gula pun terasa tawar Di lorong kegelapan ini aku benci Di lubang kedalaman ini aku dengki Aku hampir tak berbentuk lagi Tak mampu mengaca di cermin nurani Mengapa hati merintih Padahal ku tak mau peduli Apa engkau begitu berarti Meski dikau telah pergi Hati ini hancur entah mengapa Mencoba tegar tak kuat raga Melihat mu dengannya Seakan aku Binasa Datang dan pergi sangatlah mengiris hati Terombang-ambinglah hati ini Di tengah lautan perasaan hakiki Menitih derita mengupas pedih Prasangkaku di tanganmu Menciptakan sobekan kecil di tamanmu Tak sanggup berbuat apa-apa Hanya remuk berkulit ria help me, I'm getting dark in this sore. tell me what to do - RFT, 21 Februari 2016

Yang Terlupakan

Gambar
Hai, kenangan lampauku Yang masih ada namun tak kulihat Yang masih nyata namun tak kudengar Yang masih hidup namun tak kuhampiri Sungguh sendu mengingatnya Masa itu yang terbilang pesona Sungguh payah menyadarinya Melupakan seakan tak pernah ada Ingin kunyalakan kembali api unggun nan padam Meski hanya berskala untuk semut Kenapa takdir tak menuliskan catatan itu Mencairkan yang beku dalam satu waktu Hanya tuk ambil kembali album putih di tong sampah Yang telah terbuang terlampau jauh dan dalam Berusaha Membersihkanmu dan menyimpanmu Kan kuubah menjadi koleksiku Apa engkau masih menunggu di halte harapan Atau engkau telah berangkat mendahului dengan Bis mu Bila masih, kan ku datangi cepat atau lambat Bila pergi, kan kusapa ketika bertemu di jalan dalam berat Mungkin aku bak Jalang saat ini dalam memori ini Dan engkau bak madu yang tersimpan dalam gudang Bahkan sinyal keberadaannya tak pernah menjauh Namun naluri yang ada telah terl...